Halaman

Selasa, 18 Juni 2019

Artikel

Cinta Menurut Pandangan Islam Dan Keistimewaanya.

Cinta menurut pandangan islam merupakan kasih sayang yang terjalin antara sesama hamba Allah. Seperti halnya cinta manusia terhadap pencipta-Nya, cinta antara orang tua dengan anak dan sebaliknya, istri dengan suami dan sebaliknya, adek dengan kakak dan sebaliknya, sesama saudara, dan lain sebagainya.
ads
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (QS. Ali Imron : 14)
Baca juga :

Cara Islam Memandang Cinta

Bukanlah Allah telah menciptakan manusia untuk hidup berpasang – pasangan dan saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya. Di dalam Al Quran terdapat firman Allah mengenai hal ini :
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (Ar-Ruum: 21)
“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, maka Allah Swt akan mengkayakan mereka. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (An Nur: 32)
“Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (Adz Dzariyaat: 49)
Cinta menurut pandangan islam bisa dikatakan seperti halnya keimananan, yakni yang sudah diyakini dalam hati, kemudian diucapkan dengan lisan, dan juga sudah dibuktikan dengan perilaku. Karena menurut saya pribadi bahwa mencintai antara satu orang dengan yang lainnnya merupakan tanda – tanda serta salah satu ciri sebagian orang yang mempunyai iman.
  • Diyakini dalam Hati
Maksudnya disini cinta itu bisa datang tapi bukan karena adanya dorongan nafsu belaka. Tetapi, cinta itu bisa datang karena ada iman dari dalam diri sehingga akan mengutamakan akhlak yang mulia dan juga tingkat ketaqwaan kepada Allah Swt.
Pada dasarnya cinta yang berlandaskan nafsu tidak akan lama untuk bertahan, tidak mendatangkan kebahagiaan dan juga ketentraman dari dalam jiwa, melainkan hanya akan merasakan kesengsaraan serta suatu kehinaan yang berlangsung secara berkepanjangan.

  • Diucapkan Dengan Lisan
Maksudnya disini cinta hanya akan diucapkan secara langsung kepada seseorang yang memang benar – benar kita cintai. Hal tersebut juga termasuk dalam kategori sunnah karena Rasulullah Saw sendiri memberikan anjuran untuk melakukannya.
Meskipun demikian tetap ada aturan mainnya, yakni rasa cinta yang kita rasakan hanya boleh diucapkan kepada seseorang yang memang sudah menjadi mukhrim (halal), sahabat atau teman yang shalih, dan yang perlu anda perhatikan serta menjadi hal paling penting ialah rasa sayang kepada orang tua.
  • Dibuktikan Dengan Perilaku
Tanpa adanya bukti dan suatu tindakan yang nyata terhadap cinta yang kita rasakan, itu artinya kita tidak sungguh – sungguh mencintai seseorang. Karena Rasulullah saw sendiri pernah memberi suatu penjelasan bahwa apabila ada seorang laki-laki mengaku mencintai seorang perempuan, maka ia wajib segera melakukan niat baiknya tersebut dengan langsung melamarnya untuk dijadikan seorang istri.
Hal yang demikianlah merupakan bentuk nyata dari sebuah pembuktian yang dilakukan karena adanya cinta. Apabila memang kita benar – benar sudah yakin menyukainya, segerakanlah untuk  menikahinya.
Namun jika belum merasa mampu untuk melaksanakannya, maka sebaiknya sementara waktu berpuasa atau menahannya, yakni dengan cara mengontrol hawa nafsu dan rasa cintai yang ada dengan berdiam terlebih dahulu. Semua itu dilakukan hanya demi menjaga kesucian diri kita sendiri dan juga khususnya kesucian wanita yang kita cintai.

Cinta yang sesungguhnya bukanlah sebuah kata yang murah dan tidak bisa dianggap lumrah untuk diucapkan dari mulut satu ke mulut lainnya. Namun cinta sendiri merupakan suatu anugerah dari Allah Swt yang akan terasa sangat indah dan tentu saja suci apabila manusia itu sendiri bisa menganggapnya sebagai nilai dari suatu kesucian.
Islam sendiri sangat menjaga dan menghargai arti dari kesucian cinta, sehingga di dalamnya tidak ada ajaran atau pun istilah melakukan pacaran terlebih dahulu. Sebenarya tidak perlu melakukan pacaran, karena pada dasarnya jodoh memang sudah diatur oleh Allah Swt.
Yang menjadi poin utama ialah kita melakukan introspeksi dan menata diri kita sendiri untuk menjadi seorang pribadi yang tentunya lebih baik, dan selanjutnya insya Allah jodoh yang kita inginkan pun akan baik. Allah Swt akan memberikan kepada kita seorang pasangan yang selaras dengan diri kita. Apabila kita ingin mendapatkan pasangan yang baik, maka berusahalah untuk menjadi pribadi yang baik. Hal ini seperti pada penjelasan firman Allah yang ada di Al Quran berikut ini :
“Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga).” (QS An-Nur : 26)
Adapun jika pasangan yang kita dapatkan ternyata buruk dan tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan, maka itu semua merupakan suatu ujian bagi diri kita untuk menjadi hamba-Nya yang bisa selalu bersabar dan juga selalu bersyukur.
Karena bagi mereka yang mampu untuk bersabar dan juga bersyukur, maka merekalah yang layak mendapatkan kenimatan hidup di surga. Cinta dikatakan baik apabila mampu membuatmu menjadi pribadi yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Jika cinta yang didapatkan ternyata justru membuat hidupmu menjadi semakin memburuk, maka kita tidak perlu khawatir bahkan takut untuk membiarkannya pergi.

Kutipan singkat sang penulis

Jabal Rahmah adalah tempat paling romantis dalam sejarah islam. Dimana di tempat itulah nabi Adam as. Dan siti Hawa dipertemukan setelah beratus tahun lamanya terpisah. Jabal Rahmah pula yang menjadi saksi pertemuan yang tidak disengaja antara dua insan yang ternyata memang tertulis di lauhul mahfudz untuk bersama. Jabal Rahmah menjadi saksi bagi kebesaran dan kemurahan sang Mahacinta, jika kemurahan Allah mampu menyatukan dua insan yang beratus tahun lamanya terpisah lalu untuk apa rasa ragu menyelimuti hatimu wahai manusia? Bukankah kita hanya perlu bersabar? Yakinlah bila dia adalah orang yang selalu ada dalam doamu namun pada akhirnya tak bersatu, yang kita lakukan hanyalah menyerahkan segala ketentuan yang nantinya adalah pilihan Allah yang lebih baik untukmu

Hamasah Wa La Tahzan, Your soul mate won't get the wrong address because Allah knows better who is the best for you.

10 komentar:

  1. Judulnya bagus...
    Isinya juga bagus
    Apalagi tentang cinta
    Cinta menurut pandangan islam๐Ÿ˜Š

    BalasHapus
  2. Tema yang sangat bagus๐Ÿ‘

    BalasHapus
  3. Keren ����
    Teruslah berkarya ����

    BalasHapus
  4. Masya Allah , artikel yg bgtu bagus . Inilah arti dan makna cinta yg sesungguhnya, dimana cinta yg mampu berkolaborasi dan berkontribusi langsung dengan syariat² islam yg sebenarnya.

    BalasHapus
  5. Keren ๐Ÿ‘๐Ÿ‘Teruslah berkarya ๐Ÿ˜Š๐Ÿ‘

    BalasHapus
  6. Tidak ada kemenangan yang didapat tanpa adanya perjuangan. Jadi aku memperjuangkan cintamu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Clara bagus syng tetap berkarya terus๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘

      Hapus

FIRST MOMENT IN THE MANADO CITY

Bismillahhirrohmanirrohim..    Banyak hal yang tidak bisa diucapkan, bahkan ucapan rasa syukur pun rasanya tidak akan cukup. Bahagia d...