Bismillah hirrohman nirrohim..
Kisah di Masa Putih Abu-Abu
Sekolah favorit, madrasah aliyah Al-huda kota gorontalo. Ya, itu adalah tempat cerita masa putih abu-abu.
Di masa-masa inilah akan banyak kisah yang akan terlukis indah dalam setiap memori, yaitu ingatan. Setiap kisah akan banyak menghadirkan cerita bahagia, susah, senang, bahkan tak sedikit akan berujung pada air mata.
Kisah terbahagia di masa SMA ini adalah salah satunya, aku bersyukur bisa menjadi salah satu yang beruntung masuk di sekolah ini. Betapa tidak, perjuangan ibuku sekaligus impian-nya yang membantu aku masuk disekolah ini. Hanya satu yang aku tahu dari perjalanan sekolah ini adalah, aku berjuang karena di-atasnya adalah ridho dari sang ibu. Impian-nya adalah impian-ku. Sebab, tujuannya memasuk-kan aku ke sekolah ini tak lain agar aku bisa menjadi anak yang ber-akhlak mulia dan berbudi pekerti yang baik. Mengingat betapa minim-nya agama dan jahiliyah-nya aku sebelum sampai ke tahap ini.
Kebahagiaan inilah yang akhirnya memperkenalkan aku pada dunia pesantren. Dengan langkah pasti aku bertekad akan bersungguh-sungguh menimba ilmu agama di sekolah ini. hingga tepat pembagian kelas, Di antara ke-tiga kelas IPA, IPS dan AGAMA. aku memilih kelas study agama. Religion! Kelas di-dalamnya banyak teman-teman penghafal al-qur'an meski aku belum menjadi salah satunya.
Dan pengalaman Awal aku jadi siswa baru kata kakak-kakak kelas, "Jangan sia-siakan masa putih abu-abu, sebab kalian akan mengenal yang namanya cinta di masa-masa SMA ini." Benar saja, pengalaman ini juga mengajarkan aku bahwa di balik sekolah ini yang meski berpredikat ke pesantrenan tetap saja masih ada yang ber-pacaran. ingin aku marah pada dunia ini yang seakan merusak kata cinta yang seharusnya suci tapi banyak dipermainkan oleh budak-budak nafsu setan yang menyalah-artian cinta itu sendiri. Aku pun sama seperti mereka, aku bisa merasakan jatuh cinta untuk yang pertama kalinya di masa ini. Hanya saja, aku menjaga kualitas cinta yang aku rasakan. Cinta itu fitrah, semua orang pasti akan merasakan-nya. Tapi bukan untuk di salah-artikan melainkan di jaga kesucian-nya. Karena bagiku tak ada kata cinta selain pernikahan. Itu adalah bukti cinta yang sesungguhnya.
Sungguh, Allah maha baik. karena masih banyak hal-hal baik serta hikmah yang aku temukan di sekolah ini. Salah satunya adalah bertemu teman-teman yang baik, bahkan aku di pertemukan dengan sosok sahabat yang membawa aku semakin dekat dengan-nya, pergi ke kajian bareng sampai lupa akan dunia percintaan. bahkan aku dan icha sering terlihat bersama. Ya, kini dengan rasa syukur aku memperkenalkan-nya. Namanya icha, tepatnya suchi khairunnisa. Icha nama kesayangan-nya. Kisah bahagia-ku juga adalah dia, sebab bersamanya aku menemukan sosok sahabat sejati, bukan hanya sebatas sahabat tetapi dia layaknya saudara walau tak sedarah. Dia adalah perantara Allah menunjukkan aku pada jalan hijrah,aku dan icha berhijrah bersama,saling menegur di kala salah, dan saling mengingatkan dalam kebaikan.
Tapi tetap saja, akan ada dua garis kehidupan yang akan selalu mengelilingi hidup manusia. Jika pertemuan itu ada, maka pasti pendamping-nya adalah perpisahan.
"Ara, icha mau meneruskan pendidikan setelah ini ke universitas pondok di-jakarta." Kata icha, tepat di-hari wisuda kelulusan sekolah. Dengan berat hati, aku dan dia berpisah jarak. Aku tetap meneruskan pendidikan-ku di tanah kelahiran-ku, di universitas IAIN sultan Amai gorontalo. kampus hijau tercinta-ku saat ini.
Sekian~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar